Berbagai aturan, himbauan dan tata cara berlalu lintas yang baik sudah amat
sering kita jumpai diberbagai sudut jalan. Mulai dari menggunakan helm standar,
menyalakan lampu motor disiang hari, tidak menelpon atau sms saat berkendara,
memakai sabuk keselamatan bagi pengendara mobil dan lain-lain. Berbagai
himbauan ini didiskripsikan dalam bentuk gambar agar mudah dipahami oleh
masyarakat. Selain itu, sanksi bagi pelanggarnya juga dicantumkan. Harapannya
pengguna jalan akan memiliki daya patuh yang tinggi terhadap aturan
lalulintas.
Begitupula dengan keberadaan traffiq light dan rambu-rambu lalu lintas,
bertujuan agar lalu lintas berjalan dengan tertib dan aman. Namun sayangnya
kesemua atribut himbauan dan sarana lalu lintas tersebut belum sepenuhnya
dijadikan pedoman dalam berlalulintas, bahkan seringkali diabaikan. Kita tentu
sering melihat bagaimana pengendara melanggar lampu merah yang harusnya
berhenti, tidak menggunakan helm, menelpon sambil menyetir dan lain-lain. Hal-hal
seperti ini sering dianggap remeh. Padahal tidak sedikit kecelakaan lalu lintas
(lakalantas) terjadi justru disebabkan oleh hal-hal kecil. Akibatnya tidak
hanya merugikan pelaku, tetapi pengguna jalan lain juga bisa menjadi korban.
Tidak hanya korban luka-luka, tetapi juga ada yang harus kehilangan nyawa.
Tidak hanya himbauan dan sarana prasarana lalulintas yang tidak diindahkan,
prasyarat dalam berlalulintas juga kadang diabaikan. SIM misalnya, masih ada
pengendara yang tidak memilikinya. Terlebih anak-anak yang belum memenuhi
syarat memiliki SIM, namun dibiarkan bebas menggunakan kendaraan. Akibatnya
tidak sedikit pelajar yang menjadi korban atau pelaku lakalantas. Pada dasarnya
SIM merupakan instrumen preventif lakalantas. Orang yang memiliki SIM tentu
diharapkan sudah mendapatkan pengetahuan berlalulintas yang baik, sehingga
lebih cakap dan disiplin dijalan raya.
Sepanjang tahun 2011 dari data Polda Kepulauan Babel terjadi sekitar 638
lakalantas, naik 412 kasus dari tahun 2010 yang hanya 226 kasus. Dari 638 kasus
tercatat korban 269 orang meninggal dunia, 294 luka berat dan 587 luka ringan.
Total kerugian material mencapai sekitar Rp 2.503.900.000. Data ini bisa lebih
tinggi lagi, karena masih banyak kejadian lakalantas yang tidak dilaporkan ke
pihak kepolisian.
Sementara jumlah pelanggaran juga mengalami peningkatan, di tahun 2010 tercatat
13.372 kasus meningkat menjadi 21.296 atau naik sekitar 7.924 kasus. Sementara
jumlah tilang selama tahun 2011 sebanyak 17.083 dan teguran sebanyak 3.263 kali
(Bangkapos, 31 Desember 2011). Bagaimana dengan 5 bulan terakhir di tahun 2012?
Jika melihat seringnya berita lakalantas diberbagai daerah Babel di media massa
menunjukkan angka lakalantas masih terus terjadi.
Data statistik lakalantas di atas menunjukkan ada peningkatan lakalantas yang
sangat tinggi dari tahun 2010 ke tahun 2011. Peningkatan ini jelas berdampak
pula pada bertambahnya jumlah korban dan besarnya kerugian material. Bagitupula
dengan meningkatnya angka pelanggaran, tilang dan teguran pada tahun 2011
memperlihatkan bahwa kesadaran dalam berlalulintas belum sepenuhnya dimiliki
oleh pengguna jalan.
Kapolda Babel Brigjen Rum Murkal menyatakan bahwa tingginya angka lakalantas
dengan ratusan korban meninggal dunia harus menjadi perhatian serius semua
elemen masyarakat. Apalagi jumlah korban lakalantas termasuk anak-anak dan
pelajar. Pernyataan ini memang harus mendapat perhatian yang serius bagi kita
semua, agar kedepan angka lakalantas terus menurun dan korbannya juga semakin
sedikit.
Tertib lalu lintas dan menekan angka lakalantas bukan hanya tugas kepolisian
saja, tetapi menjadi kewajiban kita semua. Disiplin berlalulintas harus menjadi
budaya dan agenda penting kita sehari-hari.
Bekerjanya hukum dimasyarakat, termasuk dipatuhinya aturan berlalu lintas tidak
cukup hanya dengan aturan yang bagus, menambah personil polisi atau rambu lalu
lintas. Namun dibutuhkan pula kesadaran hukum masyarakat agar berdisiplin
berlalulintas. Kesadaran hukum yang selama ini terbangun disebagian masyarakat
kita terkesan hanya kesadaran semu, dimana masyarakat patuh ketika ada polisi.
Namun ketika polisi tidak ada, maka lampu merah pun tanpa ragu diterobos. Jadi
kesadaran bukan muncul dari pengetahuannya akan aturan, menjaga tertib lalu
lintas, adanya rasa disiplin atau menjaga keselamatan dia dan pengendara lain,
namun lebih karena takut ditilang polisi.
Menurut Soerjono Soekanto, Kesadaran hukum masyarakat menyangkut faktor-faktor
apakah suatu ketentuan hukum diketahui, dimengerti, ditaati dan dihargai.
Apabila masyarakat hanya mengetahui adanya suatu ketentuan hukum saja, maka
taraf kesadaran hukumnya lebih rendah daripada apabila mereka memahaminya dan
seterusnya. Jadi kesadaran hukum tumbuh ketika suatu aturan itu tidak hanya
sekedar diketahui dan dimengerti, tetapi juga harus ditaati dan dihargai.
Ketika lakalantas dan pelanggaran masih banyak, mungkin aturan lalu lintas baru
sekedar diketahui atau dimengerti saja. Namun masyarakat yang sudah sampai pada
tahap mentaati apalagi menghargai, biasanya sudah paham apa tujuan dan manfaat
dibalik aturan tersebut bagi dirinya. Misalnya aturan berhelm adalah demi
keselamatannya. Begitupula dengan aturan-aturan yang lain. Upaya menumbuhkan
kesadaran disiplin berlalu lintas yang selama ini sudah dilakukan melalui
himbauan, aksi simpati, sosialisasi dan operasi rutin harus terus dilakukan.
Kesadaran disiplin berlalulintas sejak dini harus mulai dilakukan, baik
dilingkungan sekolah maupun keluarga. Masuknya kurikulum lalu lintas disekolah
merupakan langkah positif untuk memberikan pemahaman kepada pelajar agar
berhati-hati dijalan raya. Disiplin berlalu lintas dapat dilakukan dengan
mentaati aturan yang sering kita anggap remeh sebagaimana diutarakan di atas.
Seiring
dengan kemajuan tekhnologitelah banyak masyarakat menggunakan alat
transportasi, salah satunya adalah kendaraan bermotor, tak jarang kita
menjumpai kemacetan, kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas, penyebab
terjadinya permasalahan ini adalah kurangnya kesadaran dan penegakan tertib
lalu lintas yang minim. disini penulis mencoba lebih pada permasalahan tata
tertib lalu lintas dimana selama ini ketertiban berkendara terlihat hanya
dijadikan hal yang sepeleataupun tak penting, namun bila kita perhatikan
kembali betapa pentingnya mentaati rambu-rambu lalu lintas demi sebuah
kenyamanan, keamanan secara individual ataupun bagi pengendara motor yang lain.
Berbicara
ketertiban lalu lintas bukan lagi hal yang dianggap tabu dimata masyarakat,
namun lagi-lagi persoalan kesadaran dan penegakan peraturan ini menjadi hal
yang penting untuk kita refleksikan kembalidemi terciptanya kenyamanan
berkendara. beberapa upaya telah dilakukan untuk menghindari permasalahan
seperti kemacetan,kecekakaan dan pelanggaran lalu lintas, mulai dari
sosialisasi langsung kepada masyarakatdan melalui papan-papan
peringatan,himbauan serta pemasangan spanduk yang melintang diatas jalan raya,
namun dalam realita upaya-upaya tersebut masih belum maksimal.terlibat
pelanggaran lalu lintas pada umumnya orang merasa melanggar peraturan lalu
lintas kalau suddah tertangkapoleh petugas, kalau tidak tertangkap merasa tidak
melanggar, akan tetapi tidak demikian sebenarnya, suatu pelanggaran tetaplah
pelanggaran tertangkap ataupun tidak. dalam tahun-tahun terakhir tercatat angka
rawan kemacetan dibeberapa titik jalan raya serta angka kecelakaan semakin
bertambah, salah satu penyebabnya adalah produksi kendaraan yang semakin
meninggi tanpa dibarengi dengan fasilitas yang memadai serta kelalaian
pengendara dan tindakan pelanggaran lalu lintas terlabih penegakan peraturan
yang masih belum pada titik kesadaran masyarakat akan pentingnya mentaati tata
tertib lalu lintas.
Banyak
kita jumpai disepanjang jalan raya papan-papan peringatan ataupun papan-papan
himbauan telah terpampang rapi, bahkan spanduk berukuran besar yang melintang
diatas jalan raya bertuliskan “Klik atau Tilang” dan “Tata TertibLlalu Lintas
atau Tilang” yang dimaksudkan kepada para pengguna roda Dua agar selalu
menggunakan Helm dan bagi pengguna roda Empat agar menggunakan Sabuk Pengaman.
Tertib
lalu lintas hendaknya kini dijadikan sebuah langkah awal demi terciptanya
kelancaran berkendara serta kenyamanan bagi para pengguna jalan raya serta
lebih memperhatikan rambu-rambu lulintas yang telah ada. papa-papan peringatan
tak ubahnya sebuah hal yang disepelekannamun bila kita perhatikan kembali
adanya semua itu adalah sebuah pesan akan bahaya melanggar rambu-rambu lalu
lintas maka seyogyanya kita sebagai masyarakat patut untuk mentaati dan
memperhatikan rambu-rambu dan tata tertib lalu lintas.
Ingat
kecelakaan lalu lintas diawali dengan sebuah pelanggaran lalu lintas, selain
itu kesadaran masyarakat terhadap mentaati ketertiban lalu lintas juga menjadi
hal yang penting untuk menentukan keselamatan dan kenyamanan berkandara.untuk
menekan angka pelanggaran lalu lintas dan angka kecelakaan lalu lintas yang
sebagian besar didominasi oleh pengendara bermotor di harapkan pengendara
mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan penegakan peraturan yang harus “tegas”
tanpa memilh siapapun yang melanggar peraturan tata tertib lalu lintas. dan
sebisa mungkin hindari tergesa-gesa saat berada dijalanan dan jam-jam sibuk
agar tidak terjebak dalam kemacetan. atur waktu sebaik mungkin agar terhindar
dari resikokecelakaan dan tentunya harus mematuhi tata tertib lalu lintasdemi
kenyamanan dan keselamatan bersama.
Tata
tertib lalu lintas dibuat untuk meminimalisir kecelakaan. Manakala seseorang
melanggarnya, maka keselamatan jiwa seseorang dan jiwa orang lain menjadi
terancam. Maka tak heran bila kita sering mendengar berita kecelakaan beruntun.
Hal ini disebabkan karena suatu kecelakaan biasanya melahirkan kecelakaan yang
lain.
Terkadang kita melihat betapa mudahnya seorang pengendara sepeda motor
menganggap remeh pemakaian helm padahal kalau kita mau merenungkan, betapa
banyak manfaat dari pemakaian helm. Pemakaian helm bukanlah semata-mata karena
takut ditilang oleh polisi sehingga mereka hanya memakainya tatkala melewati
polisi saja akan tetapi lebih dari itu.
Yaitu demi keselamatan diri pengendara sepeda motor terutama untuk melindungi
kepala apabila terjadi benturan. Demikian juga pemakaian sabuk pengaman bagi
pengendara mobil atau roda empat. Hal ini harus diperhatikan karena memang
sangat penting untuk keselamatan jiwa seorang pengendara kendaraan.
Pelanggaran–pelanggaran semacam inilah yang banyak saya dapati selama saya
tinggal di Surabaya bagian utara. Sebenarnya banyak juga pelanggaran tatib lalu
lintas selainnya seperti pelanggaran terhadap traffic light, melawan arus jalan
satu arah dan lain sebagainya.
Dan yang lebih saya soroti di sini yaitu masalah perlawanan arus jalan satu
arah yang banyak dilakukan oleh para pengayuh becak. Mereka terkadang seenaknya
sendiri memotong ataupun melawan arus jalan satu arah sehingga kerap
menimbulkan kejadian-kejadian yang bisa berakibat pada kecelakaan.
Yang saya permasalahkan bukanlah keselamatan becaknya, akan tetapi kenyamanan
penumpang becak dan pengendara lain yang merasa dirugikan, karena saya pernah
mengalami sendiri hal ini. Saya merasakan betapa tidak nyamannya naik becak
yang melawan arus lalu lintas.
Oleh karena itu, sebagai warga negara yang baik, hendaknya kita mematuhi aturan
yang telah ditentukan oleh pihak yang berwenang kepada kita khususnya dalam
tata tertib lalu lintas. Dan yang paling penting adalah bagaimana kita menumbuhkan
kesadaran dalam diri kita untuk selalu menaati tata tertib lalu lintas tersebut
yang bila kita mampu berpikir logis maka sesungguhnya peraturan tersebut dibuat
demi keamanan dan kenyamanan kita sendiri.
Akhir-akhir ini banyak pelajar membawa kendaraan bermotor ke sekolah.
Tidak seperti dulu, katakanlah dua dekade yang lalu, pelajar di
sekolah-sekolah, baik di perkotaan maupun daerah masih dapat dikatakan jarang
yang membawa kendaraan bermotor ke sekolah. Waktu itu mereka lebih memilih
angkutan umum, sepeda kayuh, bahkan masih ada yang berjalan kaki.
Di satu sisi penggunaan kendaraan bermotor
bagi pelajar ukup positif: terkait dengan efektivitas waktu tempuh dalam
perjalanan menuju sekolah, membantu mobilitas pelajar dalam proses pendidikan,
mampu menghemat biaya tidak langsung (indirect cost) pendidikan untuk ongkos
transportasi, dsb. Di sisi lain fenomena ini juga menghadirkan sejumlah
persoalan dan dampak negatif. Salah satunya yang paling mendapatkan sorotan
adalah mengenai rendahnya etika mereka dalam berlalu lintas.
Mencermati hal tersebut maka menjadi sesuatu
yang tidak dapat ditawar-tawar lagi bagi pemerintah baik pusat maupun daerah,
institusi pendidikan dan kalangan pendidik pada saat ini untuk dapat menerapkan
semacam pendidikan etika berlalu lintas bagi pelajar secara lebih terpadu,
konsisten, dan berkesinambungan. Mengapa pendidikan etika berlalu lintas ini
perlu dipikirkan secara seksama, tidak main-main, tidak sesaat dan tidak
asal-asalan, tak lain karena persoalan itu sudah sangat kompleks dan berdampak
luas pada bidang lain. Dalam hal ini tidak hanya menunjukkan rendahnya
moralitas seorang pelajar dalam berlalu lintas secara individual dan kelompok
tertentu saja, tapi jauh daripada itu menyangkut pula karakter, personalitas,
citra, kinerja, budaya, dan peradaban sebuah bangsa pada masa depan. Jangan
salah, buruknya budaya tertib lalu lintas juga amat berpengaruh terhadap sektor
ekonomi, sosial, budaya, politik, dan keamanan sebuah bangsa.
Ada sejumlah alasan tentang pentingnya pendidikan
etika berlalu lintas diberikan kepada para pelajar. Pertama, alasan
legal-formal. Mengacu pada wawasan dan pemahaman tentang ketentuan, peraturan
dan produk hukum berlalu lintas yang masih rendah di kalangan pelajar. Faktor
legal-formal berlalu lintas yang tercangkum dalam Undang-undang Lalu Lintas
apakah sudah terpenuhi dan terkuasai oleh para pelajar kita. Antara lain mulai
dari kepemilikan SIM, bukti kepemilikan kendaraan, standar layak kendaraan,
traffic light (rambu-rambu lalu lintas), serta sanksi dan hukuman bagi yang
melanggar peraturan lalu lintas. Walaupun belum secara signifikan ada
penelitian yang menunjukkan berapa persen tingkat wawasan dan pemahaman pelajar
terhadap peraturan lalu lintas, namun sepintas dapat terbaca tingkat wawasan dan
pemahaman mereka masih cukup dangkal, tidak mengerti dan tidak memahami secara
menyeluruh.
Kedua, alasan perubahan sosial. Ada indikasi
dan dinamika peningkatan kuantitas kepemilikan kendaraan bermotor tanpa
diimbangi peningkatan kualitas wawasan dan pemahaman disiplin dan etika berlalu
lintas. Hal ini pun terjadi di kalangan pelajar. Akibatnya persoalan etika
berlalu lintas terus terpinggirkan dan semakin hari semakin kompleks dengan
berbagai variasi masalah. Tidak ada data yang menunjukkan berapa peningkatan
jumlah pelajar yang menggunakan kendaraan pribadi setiap waktunya dalam skala
nasional maupun lokal. Namun, sekali lagi kembali dapat diukur akan terus
mengalami peningkatan dari waktu ke waktu seiring dengan semakin mudah dan
murahnya memiliki kendaraan bermotor baik secara cash/kontan ataupun kredit.
Ketiga, alasan kondisional. Dampak lanjutan
dari alasan pertama dan kedua adalah munculnya situasi yang tidak aman dan
tidak nyaman dalam berlalu lintas. Kondisi tidak aman dan tidak nyaman berlalu
lintas ini pada gilirannya mengancam keselamatan pengguna kendaraan dan pemakai
jalan lainnya.
Keempat, alasan peningkatan kasus kriminal.
Alasan yang tidak kalah pentingnya mengapa pendidikan etika berlalu lintas
perlu diberikan kepada para pelajar adalah semakin meningkatnya kasus kriminal.
Kasus kriminal ini antara lain dipicu oleh persaingan kelompok geng motor yang
terus meresahkan akhir-akhir ini yang didalamnya terdapat sejumlah pelajar yang
jadi anggotanya. Biasanya dimulai dari hal sepele seperti saling tatap mata,
senggolan, serempetan, dan balapan liar yang kemudian berujung dengan tawuran
dan tindakan-tindakan anarkis lainnya yang merugikan banyak pihak.
Oleh karena itu mengacu pada empat alasan tadi
maka pendidikan etika berlalu lintas tidak dapat ditunda-tunda lagi. Untuk
teknis dan mekanismenya perlu diperhatikan paling tidak dua hal berikut ini.
Kesatu, mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi tetap perlu
melibatkan semua pihak khususnya kalangan akademisi dan praktisi dengan ujung
tombak kalangan pendidik dan aparat kepolisian. Kedua, pendidikan etika berlalu
lintas seyogyanya dapat terintegrasi dengan mekanisme kegiatan pada setiap
satuan pendidikan dalam hal ini kegiatan yang berbentuk intrakurikuler,
kokurikuler dan ekstrakurikuler. Intrakurikuler adalah kegiatan yang
berlangsung pada jam-jam pelajaran yang disusun secara terjadwal dan sebagian
besar berada dalam lingkungan sekolah. Realisasinya adalah dengan menanamkan
nilai-nilai etika berlalu lintas dengan mengintegrasikannya (menyisipkannya)
pada setiap mata pelajaran.
Kokurikuler adalah kegiatan di luar jam
pelajaran yang bertujuan siswa lebih mendalami dan menghayati materi yang
dipelajari dalam kegiatan intrakurikuler. Salah satu realisasinya pelajar baik
individu maupun berkelompok ditugaskan berkunjung ke kantor polisi terdekat
untuk mencari informasi tentang produk hukum dan etika berlalu lintas yang
berlaku saat ini.
Ekstrakurikuler adalah kegiatan di luar jam
pelajaran biasa (termasuk waktu libur) yang dilakukan di sekolah maupun luar
sekolah. Implementasinya dapat berupa memberdayakan berbagai unit/kelompok
kegiatan ekstrakurikuler seperti Pramuka, PMR, jurnalistik atau yang lebih
spesifik lagi, yaitu membentuk atau mengaktifkan kembali Patroli Keamanan
Sekolah (PKS) yang sudah lama tidak terdengar eksistensinya
Secara
harafiah:
dari bahasa latin yaitu stratum dan socius.
stratum : tingkatan
socius : teman atau masyarakat
secara harafiah stratifikasi sosial berarti Tingkatan-tingkatan yang
ada dalam masyarakat
Menurut ahli:
Pitrim A. Sorokin: Pembeda penduduk atau masyarakat ke dalam
kelas-kelas secara bertingkat.
Max Webber: Penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem
sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hierarkis menurut dimensi
kekuasaan, privilese, dan prestise.
Paul B.Horton dan Chester : Sistem perbedaan status yang berlaku dalam
suatu masyarakat Dari Definisi diatas dapat disimpulkan bahwa stratifikasi
sosial adalah pembedaan kelas-kelas secara vertikal yang diwujudkan dengan
adanya tingkatan masyarakat dari yang lebih tinggi sampai yang paling
rendah
B.Sifat
stratifikasi sosial:
·Stratifikasi
Terbuka Adalah Setiap anggota masyarakat mempunyai kesempatan untuk naik ke
pelapisan sosial yang lebih tinggi karena kemampuan dan kecakapannya sendiri,
atau turun ke pelapisan sosial yang lebih rendah bagi mereka yang tidak cakap
dan tidak beruntung. Contoh Masyarakat di negara industri maju atau masyarakat
pertanian yang telah mengalami gelombang modernisasi
·Stratifikasi Sosial Tertutup
Stratifikasi ini adalah stratifikasi dimana anggota dari setiap strata sulit
mengadakan mobilitas (perpindahan) dari satu lapisan ke lapisan sosial yang
lain. Dalam sistem ini, satu-satunya kemungkinan untuk masuk pada status tinggi
dan terhormat dalam masyarakat adalah karena kelahiran atau keturunan.
Contoh:
- Sistem kasta di India. Kaum Sudra tidak bisa pindah posisi naik di lapisan
Brahmana.
- Rasialis. Kulit hitam (negro) yang dianggap di posisi rendah tidak bisa
pindah kedudukan di posisi kulit putih.
·Stratifikasi Sosial Campuran.
Stratifikasi sosial campuran merupakan kombinasi antara stratifikasi tertutup
dan terbuka. Misalnya, seorang Bali berkasta Brahmana mempunyai kedudukan
terhormat di Bali, namun apabila ia pindah ke Jakarta menjadi buruh, ia
memperoleh kedudukan rendah. Maka ia harus menyesuaikan diri dengan aturan
kelompok masyarakat di Jakarta.
C.Faktor
penyebab stratifikasi sosial:
·Perbedaan
ras dan kebudayaan
· Adanya spesialisasi dalam bidang pekerjaan
· Adanya kelangkaan dalam masyarakat menyangkut
pembagian hak dan kewajiban
D.Status dan
peran
1.Status
sosial
Adalah
posisi seseorang dalam suatu kelompok sosial. 3
cara memperoleh status:
·Ascribe Status, merupakan kedudukan yang di peroleh
seseorang melalui kelahiran.
·Achived Status, merupakan status atau kedudukan
seseorang yang diperoleh melalui usaha-usaha yang disengaja.
·Assigned Status, merupakan status atau kedudukan yang
diberikan.
2.Peran
perilaku
yang sesungguhnya dari orang yang melakukan peranan. Menurut Soerjono Soekanto
di dalam peran mengandung tiga hal:
·Norma-norma di dalam masyarakat.
·Konsep tentang yang dilakukan
·Perilaku individu
E.Ukuran
kriteria dalam pelapisan sosial
·Ukuran kekayaan
·Ukuran kekuasaan
·Ukuran ilmu pengetahuan
·Ukuran kehormatan
F.Stratifikasi
yang diperoleh secara alami
·Stratifikasi berdasakan senioritas
·Stratifikasi berdasarkan perbedaan usia
·Stratifikasi berdasarkan jenis kelamin
·Stratifikasi berdasarkan kekerabatan
·Stratifikasi berdasarkan keanggotaan dalam kelompok tertentu
Sitoplaci FT merupakan sebuah tim futsal yang berada di SMA Negeri 1 Sewon.Sitoplaci FT kini beranggotakan 11 orang yang semuanya adalah siswa SMA Negeri 1 Sewon.Anggota Sitoplaci FT bukan hanya dari kelas reguler saja,namun ada juga yang berasal dari kelas olahraga yang ada di SMA Negeri ! sewon.
Diawal pembentukannya Sitoplaci FT hanya beranggotakan 7 orang yang semuanya berasal dari kelas XA.namun karena sering mendapat tantangan dari sekolah lain,maka kami mau tidak mau harus menambah anggota kami supaya kami lebih tangguh.
Lapangan futsal yang sering kami gunakan adalah lapangan futsal luxor yang lokasinya dekat dan mudah terjangkau,selain itu harga sewanya tidak begitu mahal.tetapi jika kami ditantang bertanding di lapangan lain,kami juga tidak akan menolak jika lapangan nya bagus dan juga sirkulasi udaranya bagus.
formasi yang sering digunakan:
keterangan:
pada posisi nomor 1 yaitu penjaga gawang biasanya diisi oleh Roy Bastian Putratama yang juga bergantian dengan Parsad Habib Tahali
pada posisi nomor 2 dan 3 yang bertugas sebagai defender diisi oleh Ikhsan Nur Fauzan,Arbiandigo, yang juga bergantian dengan M.Ridwan,Irfan Bachtiar,Aditama,Anji Auliya
pada posisi 4 yang bertugas sebagai penyuplai bola ke posisi nomor 5 biasanya diisi oleh Agil Laksmana P,Anji Auliya,Ifnu Saladin, maupun Habib Tahali
pada posisi 5 yang bertugas sebagai penyerang diisi oleh Anji auliya,Ifnu Saladin mauupun Parsad Habib Tahali dan Agil Laksmana P
pada penggunaan formasi ini biasanya kami juga bertukar posisi satu sama lain supaya permainan kami tidak mudah terbaca lawan
PKC adalah sebuah team/kelompok pendaki maupun petualang yang melakukan kegiatan dengan menggunakan celana pendek.PKC terbentuk pada tanggal 13 oktober 2013 di Nglanggeran.Pembentukan PKC ini sebenarnya tidak disengaja dan hanya sebuah spontanitas yang terjadi saat pendakian di Nglanggeran.Nama PKC diambil karena karena pada suatu kegiatan pada saat kami melakukan kegiatan semua anggota team hanya menggunakan celana pendek semua.Pada awal pembentukannya,PKC hanya terdiri dari 9 orang yaitu Parsad Habib, Liarde Wicaksono, Roy Bastian, Muhammad Miftah, Alif Rizky, Wisnu, Yosa Bimo, Febri Dwi Saputra, dan Agil Laksmana.
Kegiatan PKC yang pertama adalah mendaki di Nglanggeran,salah satu gunung api purba yang pernah aktif yang berada di desa Nglanggeran, Patuk, GunungKidul, Yogyakarta.Terletak di kawasan karst Baturagung, gunung yang litologinya tersusun oleh fragmen material vulkanik tua ini memiliki dua puncak yakni puncak barat dan puncak timur.
Kami memulai perjalanan menuju kawasan Nglanggeran mulai pukul 8 malam.Dalam perjalanan kami juga menyaksikan sebuah pertandingan sepak bola melalui handphone yang memiliki fitur televisi yang dibawa oleh salah seorang dari kami.Pertandingan sepak bola tersebut mempertemukan timnas Indonesia melawan Timnas Korea Selatan.Di tengah perjalanan,kami berhenti disebuah minimarket untuk membeli bahan makanan dan juga minuman yang akan kami pakai di puncak Nglanggeran nanti.Setelah dirasa cukup,kami melanjutkan perjalanan dengan menggunakan sepeda motor menuju kawasan pendakian Nglanggeran.
Sesampainya di kawasan Nglanggeran kami tidak langsung mendaki begitu saja,karena kami harus memarkirkan sepeda motor yang kami bawa.Kami juga harus membayar uang registrasi sejumlah Rp7000,00 untuk satu orang.setelah melakukan registrasi,kami melakukan sholat isya berjamaah terlebih dahulu baru kami mulai pendakian.
Kami memulai pendakian dengan berdoa bersama terlebih dahulu supaya dapat mencapai puncak dengan keselamatan peda setiaap anggota tim.Setelah berdoa kami memulai pendakian yang dipimpin oleh Alif Rizky yang sudah hafal dengan jalan yang harus dilewati.Dalam perjalanan,kami harus melewati berbagai rintangan seperti celah sempit,jalan terjal,dan juga beberapa anak tangga.
Sesampainya di basecamp,kami langsung mendirikan tenda dan menata barang bawaan kami didalam tenda supaya bisa menampung kami semua.Setelah tenda didirikan,kami langsung membuat mie instan untuk mengobati rasa lapar yang kami rasakan.Selesai makan mie instan kami langsung beristirahat didalam tenda.
Setelah hari mulai pagi,kami langsung bergegas menuju ke puncak untuk melihat sunrise yang sangat indah.Namun sayang,cuaca tidak mendukung.Karena awan yang tebal,kami tidak bisa melihat matahari terbit dengan jelas.Untuk mengobati rasa kecewa,kami memutuskan untuk hunting foto bersama sama dengan background yang sangat indah.
Akhirnya baterai kamera yang kami bawa sudah habis.Kami melanjutkan kegiatan dengan makan bersama.Setelah perut teras kenyang kami membereskan tenda dan membersihkan sampah yang berada disekitar tenda kami.Setelah rapi dan bersih,kami kembali berdoa bersama supaya dapat selamat sampai dibawah.Dalam perjalanan turun,kami mengabadikan perjalanan kami menggunakan tablet pc yang dibawa Febri.
Sesampainya di bawah,kami langsung mengambil sepeda motor dan langsung pulang ke rumah masing masing.
Pernahkah anda membayangkan sekarang anda tidak punya telepon genggam? Sangat susah bukan seperti halnya dulu punya rumah tanpa telepon kabel. Anda harus rela berjalan jauh demi ke wartel atau telepon umum terdekat.
Nah tahukah anda kalau nomor telepon yang anda gunakan setiap hari punya sejarah yang menarik?
Pada awalnya dibutuhkan operator telepon, karena pada dasarnya anda tidak bisa menghubungi langsung ke nomor telepon yang dituju. Yang harus anda lakukan adalah menelepon operator dulu untuk minta disambungkan ke nomor tujuan.
Ada cerita unik mengenai sistem ini pada masa itu yaitu Almond B Strowger yang tinggal di Kansas City merasa ada yang aneh ketika bisnisnya terus merosot karena konsumen yang menelepon ke Strowger malah dialihkan ke pesaing, usut punya usut ternyata operator telepon tersebut adalah istri sang pesaing.
Memanfaatkan jabatannya sang operator memindahkan telepon konsumen Strowger ke nomor telepon suaminya. Sejak saat itu Strowger bertekad agar orang-orang tidak perlu menelepon melalui operator agar terhubung.
Tahun 1888 Strowger menyempurnakan penemuan telepon dengan sistem rotary dial. Dengan sistem ini pelanggan bisa langsung menelepon tujuan dengan memutar nomor si penerima.
Untuk menghubungi seseorang, penelepon harus memutar sebanyak 4 kali (4 digit nomor). Aturan utamanya adalah tidak ada nomor yang berawalan 1 atau 0, karena 0 digunakan untuk menghubungi operator dan 1 untuk internal switch.
Jadi anda tidak bisa menghubungi 0291, karena begitu anda menekan tombol 0 anda akan langsung terhubung ke operator.
Tahun 1922 diperkenalkan Telephone Exchange Name sebagai ganti nomor telepon biasa agar mudah diingat, formatnya adalah dua digit pertama diganti huruf lalu disambungkan menjadi sebuah nama, contoh KL 5 = 555, lihat ditelepon genggam anda, huruf K dan L ada di tombol 5.
Biasanya dua abjad tersebut digabung dengan abjad lain menjadi sebuah nama, contoh KLondike 234, berarti nomor teleponnya adalah 555-234, anda bisa mengabaikan huruf "ondike". Oleh sebab itu anda bakal sering melihat di Amerika sebuah nomor telepon yang terdiri dari huruf dan nama.
Sejarah Kode Area
Tahun 1950 mulai diperkenalkan kode area, dengan nomor kedua adalah 1 atau 0, kenapa ada kode area? Karena tanpa kode area maka sumber daya nomor akan cepat habis padahal kebutuhan terhadap nomor telepon meningkat.
Aturan kode area diawal adalah seperti ini:
Jika digit pertama 0 maka disambungkan ke operator
Jika digit kedua bukan 0 maka dianggap sebagai telepon lokal
Jika digit kedua adalah 0 maka lanjut ke digit ketiga dan dianggap panggilan jarak jauh
Jika digit ketiga adalah 0 maka itu dianggap nomor khusus
Jika digit kedua adalah 1 maka lanjut ke digit ketiga
Jika digit ketiga adalah 1 atau 0 maka masuk ke nomor khusus
Jika digit ketiga selain 1 atau 0 maka dianggap panggilan jarak jauh.
Contoh : 911 (panggilan darurat)
Kenapa hanya tombol 1 dan 0 yang tidak memiliki abjad? Kemungkinan besar tidak ada abjad di tombol nomor 1 dan 0 adalah karena dijaman dulu 1 dan 0 dilarang digunakan kecuali untuk keperluan khusus, maka dari itu abjad dimulai dari tombol 2.
Tepat pukul 10.00, keduanya memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dari serambi rumah.
“Demikianlah Saudara-saudara! Kita sekalian telah merdeka!”, ujar Bung Karno di hadapan segelintir patriot-patriot sejati.
Mereka lalu menyanyikan lagu kebangsaan sambil mengibarkan bendera pusaka Merah Putih.
Setelah upacara yang singkat itu, Bung Karno kembali ke kamar tidurnya. Masih meriang. Tapi sebuah revolusi telah dimulai…
2. Proklamasi Upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ternyata berlangsung tanpa protokol, tak ada korps musik, tak ada konduktor dan tak ada pancaragam.
Tiang bendera pun dibuat dari batang bambu secara kasar, serta ditanam hanya beberapa menit menjelang upacara. Tetapi itulah, kenyataan yang yang terjadi pada sebuah upacara sekaral yang dinanti-nanti selama lebih dari tiga ratus tahun!
3. Menteri Pribumi Pertama Setelah merdeka 43 tahun, Indonesia baru memiliki seorang menteri pertama yang benar-benar “orang Indonesia asli”. Karena semua menteri sebelumnya lahir sebelum 17 Agustus 1945.
Itu berarti, mereka pernah menjadi warga Hindia Belanda dan atau pendudukan Jepang, sebab negara hukum Republik Indonesia memang belum ada saat itu.
“Orang Indonesia asli” pertama yang menjadi menteri adalah Ir Akbar Tanjung (lahir di Sibolga, Sumatera Utara, 30 Agustus 1945), sebagai Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga pada Kabinet Pembangunan V (1988-1993).
4. Pulau Kalimantan Menurut Proklamasi 17 Agustus 1945, Kalimantan adalah bagian integral wilayah hukum Indonesia.
Kenyataannya, pulau tersebut paling unik di dunia.
Info unik lainnya: Hubungan antara revolusi Indonesia dan Hollywood, memang dekat. Setiap 1 Juni, selalu diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila semasa Presiden Soekarno.
Pada 1956, peristiwa tersebut “hampir secara kebetulan” dirayakan di sebuah hotel Hollywood.
Bung Karno saat itu mengundang aktris legendaris, Marilyn Monroe, untuk sebuah makan malam di Hotel Beverly Hills, Hollywood. Hadir di antaranya Gregory Peck, George Murphy dan Ronald Reagan (25 tahun kemudian menjadi Presiden AS).
Yang unik dari pesta menjelang Hari Lahir Pancasila itu, adalah kebodohan Marilyn dalam hal protokol. Pada pesta itu, Maryln menyapa Bung Karno bukan dengan “Mr President” atau “Your Excellency”, tetapi dengan “Prince Soekarno!”
************************
5. Film Pertama Tentang Indonesia Ada lagi hubungan yang erat antara 17 Agustus dan Hollywood.
Judul pidato 17 Agustus 1964, “Tahun Vivere Perilocoso” (Tahun yang Penuh Bahaya), telah dijadikan judul sebuah film The Year of Living Dangerously.
Film tersebut menceritakan pegalaman seorang wartawan asing di Indonesia pada 1960-an.
Pada 1984, film yang dibintangi Mel Gibson itu mendapat Oscar untuk kategori film asing!
6. Naskah Proklamasi Asli di tong sampah Naskah asli teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang ditulis tangan oleh Bung Karno dan didikte oleh Bung Hatta, ternyata tidak pernah dimiliki dan disimpan oleh Pemerintah!
Anehnya, naskah historis tersebut justru disimpan dengan baik oleh wartawan BM Diah, seorang putera asal Aceh yang juga tokoh pers, pejuang kemerdekaan, diplomat, dan pengusaha Indonesia.
Diah menemukan draft proklamasi itu di keranjang sampah di rumah Laksamana Maeda, 17 Agustus 1945 dini hari, setelah disalin dan diketik oleh Sajuti Melik.
Pada 29 Mei 1992, Diah menyerahkan draft tersebut kepada Presiden Soeharto, setelah menyimpannya selama 46 tahun 9 bulan 19 hari.
7. Komentar pertama Sokarno setelah pengasingan
Ketika tiba di Pelabuhan Sunda Kelapa 9 Juli 1942 siang bolong, Bung Karno mengeluarkan komentar pertama yang janggal didengar. Setelah menjalani pengasingan dan pembuangan oleh Belanda di luar Jawa, Bung Karno justru tidak membicarakan strategis perjuangan menentang penjajahan. Masalah yang dibicarakannya, hanya tentang sepotong jas!
“Potongan jasmu bagus sekali!” komentar Bung Karno pertama kali tentang jas double breast yang dipakai oleh bekas iparnya Anwar Tjokroaminoto, yang menjemputnya bersama Bung Hatta dan segelintir tokoh nasionalis.
8. Presiden pertama pernah bermandikan air seni
Rasa-rasanya di dunia ini, hanya the founding father Indonesia yang pernah mandi air seni. Saat pulang dari Dalat (Cipanasnya Saigon), Vietnam, 13 Agustus 1945, Soekarno bersama Bung Hatta, dr Radjiman Wedyodiningrat dan dr Soeharto (dokter pribadi Bung Karno) menumpang pesawat fighter bomber bermotor ganda.
Dalam perjalanan, Soekarno ingin sekali buang air kecil, tetapi tak ada tempat. Setelah dipikir, dicari jalan keluarnya untuk hasrat yang tak tertahan itu. Melihat lubang-lubang kecil di dinding pesawat, di situlah Bung Karno melepaskan hajat kecilnya. Karena angin begitu kencang sekali, bersemburlah air seni itu dan membasahi semua penumpang. Byuuur…
9. Dokumentasi Proklamasi selamat karena kebohongan Berkat kebohongan, peristiwa sakral Proklamasi 17 Agustus 1945 dapat didokumentasikan dan disaksikan oleh kita hingga kini.
Saat tentara Jepang ingin merampas negatif foto yang mengabadikan peristiwa penting tersebut, Frans Mendoer, fotografer yang merekam detik-detik proklamasi, berbohong kepada mereka.
Dia bilang tak punya negatif itu dan sudah diserahkan kepada Barisan Pelopor, sebuah gerakan perjuangan. Mendengar jawaban itu, Jepang pun marah besar.
Padahal negatif film itu ditanam di bawah sebuah pohon di halaman kantor Harian Asia Raja. Setelah Jepang pergi, negatif itu diafdruk dan dipublikasi secara luas hingga bisa dinikmati sampai sekarang. Bagaimana kalau Mendoer bersikap jujur pada Jepang?
10. Wapres berbohong demi negara Kali ini, Bung Hatta yang berbohong demi proklamasi. Waktu masa revolusi, Bung Karno memerintahkan Bung Hatta untuk meminta bantuan senjata kepada Jawaharlal Nehru.
Cara untuk pergi ke India pun dilakukan secara rahasia. Bung Hatta memakai paspor dengan nama “Abdullah, co-pilot”.
Lalu beliau berangkat dengan pesawat yang dikemudikan Biju Patnaik, seorang industrialis yang kemudian menjadi menteri pada kabinet PM Morarji Desai.
Bung Hatta diperlakukan sangat hormat oleh Nehru dan diajak bertemu Mahatma Gandhi. Nehru adalah kawan lama Hatta sejak 1920-an dan Gandhi mengetahui perjuangan Hatta.
Setelah pertemuan, Gandhi diberi tahu oleh Nehru bahwa “Abdullah” itu adalah Mohammad hatta. Apa reaksi Gandhi? Dia marah besar kepada Nehru, karena tidak diberi tahu yang sebenarnya. “You are a liar!” ujar tokoh kharismatik itu kepada Nehru.
11. 17 Agustus tanggal Merdeka dan wafatnya Pencetus Bahasa Indonesia dan Pencipta Lagu Kebangasaan Bila 17 Agustus menjadi tanggal kelahiran Indonesia, justru tanggal tersebut menjadi tanggal kematian bagi pencetus pilar Indonesia.
Pada tanggal itu, pencipta lagu kebangsaan “Indonesia Raya”, WR Soepratman (wafat 1937) dan pencetus ilmu bahasa Indonesia, Herman Neubronner van der Tuuk (wafat 1894) telah meninggal dunia.
12. Bendera dan Tanggal Kemerdekaan Bendera Merah Putih dan perayaan tujuh belasan bukanlah monopoli Indonesia.
Corak benderanya sama dengan corak bendera Kerajaan Monaco dan hari kemerdekaannya sama dengan hari proklamasi Republik Gabon (sebuah negara di Afrika Barat) yang merdeka 17 Agustus 1960.
13, Tak ada nama jalan Proklamator hingga 1985 Jakarta, tempat diproklama-sikannya kemerdekaan Indonesia dan kota tempat Bung Karno dan Bung Hatta berjuang, tidak memberi imbalan yang cukup untuk mengenang co-proklamator Indonesia.
Sampai detik ini, tidak ada “Jalan Soekarno-Hatta” di ibu kota Jakarta.
Bahkan, nama mereka tidak pernah diabadikan untuk sebuah objek bangunan fasilitas umum apa pun sampai 1985.
Nama mereka pun baru diabadikan menjadi nama bandar udara 40 tahun setelah Indonesia merdeka, Bandara Sukarno-Hatta. Lebih parahnya lagi, pemerintah baru secara resmi menyematkan gelar “proklamator” kepada mereka pada tahun 1986, atau 16 tahun setelah Soekarno wafat.
14. Gelar Proklamator setelah 41 tahun
Bung Karno dan Bung Hatta adalah Presiden dan Wakil Presiden pertama Indonesia. Mereka berdualah yang menjadi proklamator bagi bangsa Indonesia menuju kemerdekaannya.
Namun gelar Proklamator untuk Bung Karno dan Bung Hatta, hanyalah gelar lisan yang diberikan rakyat Indonesia kepadanya selama 41 tahun!
Sebab, baru 1986 Permerintah Indonesia baru memberikan gelar Pahlawan Proklamator secara resmi kepada mereka.
Dan gelar kedua sebagai Pahlawan Nasional Indonesia baru diberikan pada tahun 2012, tepatnya pada hari Rabu 7 November 2012.
Penyerahan gelar Pahlawan Nasional Indonesia diselenggarakan di Istana negara dan diserahkan langsung oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kepada keluarga kedua pahlawan nasional Indonesia dan juga sekaligus proklamator Indonesia tersebut.
Penyerahan dilakukan di Istana Negara setelah Presiden SBY pulang dari kunjungan ke Inggris memenuhi undangan kenegaraan Ratu Elizabeth-II dan pertemuan para pemimpin-pemimpin negara pada KTT Asia-Europe Meeting (ASEM) ke-9 di Laos, yang mengambil tema ‘Teman bagi Perdamaian, Mitra untuk Kesejahteraan’.
Mengapa baru sekarang Soekarno dan Hatta mendapat gelar pahlawan nasional setelah 64 Indonesia merdeka? Kedua orang ini seperti diasingkan saat pemerintahan zaman orde baru. Hal tersebut disebabkan pada dampak tercemarnya nama Soekarno dalam pemberontakan G-30-S/PKI. Soekarno diduga terlibat dalam pemberontakan yang menewaskan beberapa Jenderal tersebut. Bahkan, dugaan keterlibatan Soekarno tertulis dalam pertimbangan TAP XXXIII/MPRS/1967 tentang Pencabutan Kekuasaan Pemerintah Negara dari Presiden Soekarno.
Bahwa ada petunjuk-petunjuk, yang Presiden Sukarno telah melakukan kebijaksanaan yang secara tidak langsung menguntungkan G-30-S/PKI dan melindungi tokoh-tokoh G-30-S/PKI, demikian isi dari ketetapan yang dikeluarkan tanggal 12 Maret 1967.
Meskipun Soeharto telah lengser, namun dampak politik ketetapan TAP XXXIII/MPRS/1967 itu dinilai belum selesai, masih perlu adanya upaya rehabilitasi sesuai UUD NKRI 1945.
15. Proklamator hampir lebih dari dua orang
Kalau saja usul Bung Hatta diterima, tentu Indonesia punya “lebih dari dua” proklamator. Saat setelah konsep naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia rampung disusun di rumah Laksamana Maeda, Jl Imam Bonjol no 1, Jakarta.
Bung Hatta mengusulkan semua yang hadir saat rapat din hari itu ikut menandatangani teks proklamasi yang akan dibacakan pagi harinya. Tetapi usul ditolak oleh Soekarni, seorang pemuda yang hadir.
Rapat itu dihadiri Soekarno, Hatta dan calon proklamator yang gagal : Achmad Soebardjo, Soekarni dan Sajuti Melik. “Huh, diberi kesempatan membuat sejarah tidak mau”, gerutu Bung Hatta karena usulnya ditolak.
16. Menteri pertama yang di tembak Belanda Perjuangan frontal melawan Belanda, ternyata tidak hanya menelan korban rakyat biasa, tetapi juga seorang menteri kabinet RI. Soepeno, Menteri Pembangunan dan Pemuda dalam Kabinet Hatta, merupakan satu-satunya menteri yang tewas ditembak Belanda.
Sebuah ujung revolver, dimasukkan ke dalam mulutnya dan diledakkan secara keji oleh seorang tentara Belanda. Pelipis kirinya tembus kena peluru.
Kejadian tersebut terjadi pada 24 Februari 1949 pagi di sebuah tempat di Kabupaten Nganjuk , Jawa Timur. Saat itu, Soepeno dan ajudannya sedang mandi disebuah pancuran air terjun.
17. Ibukota pindah 3 kali hanya dalam 4 tahun Belum ada negara di dunia yang memiliki ibu kota sampai tiga dalam kurun waktu relatif singkat.
Antara 1945 dan 1948, Indonesia mempunyai 3 ibu kota, yakni Jakarta (1945-1946), Yogyakarta (1946-1948) dan Bukittinggi (1948-1949).
18. Panglima Perang tidak punya jabatan Panglima Besar Tentara Nasional Indonesia Jenderal Soedirman, pada kenyatannya tidak pernah menduduki jabatan resmi di kabinet RI.
Beliau tidak pernah menjadi KSAD, Pangab, bahkan menteri pertahanan sekalipun!
*
****************************
Interval: Wayang ternyata memiliki simbol pembawa sial bagi rezim yang memerintah Indonesia.
Betapa tidak, pada 1938-1939, Pemerintah Hindia Belanda melalui De Javasche Bank (sekarang Bank Indonesia) menerbitkan uang kertas seri wayang orang dan pada 1942, Hindia Belanda runtuh dikalahkan Jepang.
Pada 1943, Pemerintah Pendudukan Jepang menerbitkan uang kertas seri wayang Arjuna dan Gatotkaca dan 1945, Jepang terusir dari Indonesia oleh pihak Sekutu.
Pada 1964, Presiden Soekarno mengeluarkan uang kertas baru seri wayang dengan pecahan Rp 1 dan Rp 2,5 dan 1965 menjadi awal keruntuhan pemerintahannya menyusul peristiwa G30S/PKI.
****************************
19. Perintah pertama setelah jabat Presiden: memanggil tukang sate Perintah pertama Presiden Soekarno saat dipilih sebagai presiden pertama RI, bukanlah membentuk sebuah kabinet atau menandatangani sebuah dekret, melainkan memanggil tukang sate!!!
Itu dilakukannya dalam perjalanan pulang, setelah terpilih secara aklamasi sebagai presiden. Kebetulan di jalan bertemu seorang tukang sate bertelanjang dada dan nyeker (tidak memakai alas kaki).
“Sate ayam lima puluh tusuk!”, perintah Presiden Soekarno. Disantapnya sate dengan lahap dekat sebuah selokan yang kotor.
Dan itulah, perintah pertama pada rakyatnya sekaligus pesta pertama atas pengangkatannya sebagai pemimpin dari 70 juta jiwa lebih rakyat dari sebuah negara besar yang baru berusia satu hari.
20. Bom, hadiah dari Belanda untuk Sukarno Kita sudah mengetahui, hubungan antara Bung Karno dan Belanda tidaklah mesra.
Tetapi Belanda pernah memberikan kenangan yang tak akan pernah dilupakan oleh Bung Karno.
Enam hari menjelang Natal 1948, Belanda memberikan hadiah Natal di Minggu pagi, saat orang ingin pergi ke gereja, berupa bom yang menghancurkan atap dapurnya. Hari itu, 19 Desember 1948, ibu kota Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda.
21. Perdana Menteri wafat diluar negeri jadi Pahlawan Nasional Sutan Sjahrir, mantan Perdana Menteri RI pertama, menjadi orang Indonesia yang memiliki prestasi “luar biasa” dan tidak akan pernah ada yang menandinginya.
Waktu beliau wafat 1966 di Zurich, Swiss, statusnya sebagai tahanan politik.
Tetapi waktu dimakamkan di Jakarta beberapa hari kemudian, statusnya berubah sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.
22. Indonesia masuk piala dunia atas nama Hindia Belanda Sepakbola merupakan salah satu olahraga paling digemari di Indonesia, namun tim nasionalnya tidak pernah menang Piala Dunia FIFA.
Hanya sekali tampil pada tahun 1938, itu pun bukan membawa bendera Indonesia, melainkan Hindia Belanda.
Meskipun Indonesia memiliki jumlah penduduk paling banyak ke-4 di dunia dan Brazil di peringkat ke-5, namun prestasi sepakbola kedua negara tersebut berbeda jauh.
23. Hutan Indonesia masuk rekor kerusakan Indonesia terkenal dengan keanekaragaman hayatinya yang luas.
Hutan Indonesia yang luasnya mencapai 138 juta hektar merupakan tempat hidup bagi 11% spesies tumbuhan dunia, 10% spesies mamalia dunia, dan 16% spesies burung dunia.
Meskipun demikian, Guinness World Records pada tahun 2008 menyematkan rekor pada Indonesia sebagai negara yang paling kencang laju kerusakan hutannya di dunia, yakni kehilangan 1,8 juta hektar hutan setiap tahun.
24. Negara Kepulauan namun batas daratan dengan 4 Negara
Dengan 17.508 pulau, Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Disinilah 3 dari 6 pulau terbesar di dunia berada: Kalimantan, Sumatera, dan Papua.
Namun jangan heran bahwa hampir 60% penduduknya tinggal di Pulau Jawa, padahal luasnya hanya 7% dari seluruh wilayah Indonesia. Uniknya lagi, ada empat pulau yang kedaulatannya dikuasai bersama-sama dengan pemerintah negara tetangga.
Pulau Kalimantan secara administratif dikuasai tiga pemerintahan yaitu Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Pulau Papua dikuasai Indonesia dan Papua Nugini. Pulau Timor dikuasai Indonesia dan Timor Leste, dan yang terakhir Pulau Sebatik dikuasai Indonesia dan Malaysia.
25. Penyebutan angka dalam huruf Bahasa Indonesia
Penyebutan angka 1-9 dalam huruf Bahasa Indonesia mengandung misteri. Jika kita menjumlahkan dua angka yang huruf awalannya sama, maka hasilnya selalu sepuluh.
Berawalan S -> Satu + Sembilan = Sepuluh
Berawalan D -> Dua + Delapan = Sepuluh
Berawalan T -> Tiga + Tujuh = Sepuluh
Berawalan E -> Empat + Enam = Sepuluh
Bahkan Lima + Lima = Sepuluh
26. Latah menjadi trend
Latah merupakan penyakit syaraf yang gejalanya muncul ketika dikageti, atau tanpa sadar suka mengulangi perkataan atau gerakan orang lain.
Selain di Indonesia, penyakit ini hanya ditemukan pada suku Ainu di Jepang, masyarakat gurun pasir di Gobi, dan sebuah suku di Perancis.
Di Indonesia sendiri, awalnya penyakit ini hanya ditemui pada suku-suku di Pulau Jawa, Sumatera, dan pedalaman Kalimantan. Namun uniknya, lama-kelamaan latah di Indonesia dianggap keren dan menjadi trend, terutama di kalangan selebriti. Sebagian kaum selebriti memanfaatkan latah sebagai modal ketenaran atau ciri khas selaku entertainer.
27. Negara murah senyum Selain karena keindahan alamnya, banyak wisatawan mancanegara memuji keramahan orang Indonesia.
Berdasarkan survey The Smiling Report 2009, Indonesia adalah negara paling murah senyum di dunia. Indonesia, bersama Hongkong, juga dinobatkan sebagai negara yang terbaik dalam mengucapkan salam.
Namun hal ini tidak diikuti dengan pengelolaan yang baik terhadap indutri pariwisatanya. Buruknya birokrasi dan tingginya tingkat korupsi juga sangat menakutkan bagi para investor untuk berbisnis di negara paling murah senyum ini.
28. Ibukota dengan pusat belanja terbanyak di dunia Jakarta sebagai ibu kota Indonesia memiliki tata ruang yang sangat-sangat berantakan.
Di kota ini berdiri 130 pusat perbelanjaan, terbanyak diantara kota-kota besar lainnya di seluruh dunia.
Banyak wilayah di Jakarta yang tadinya direncanakan untuk kawasan hunian, konservasi, bahkan resapan air namun diubah menjadi pusat perbelanjaan.
29. Negara satu-satunya yang pernah keluar & masuk lagi di PBB Sampai tulisan ini dibuat, Indonesia merupakan satu-satunya negara yang pernah keluar dari PBB.
Bergabung pertama kali tahun 1950 sebagai anggota ke-60 PBB, kemudian Indonesia menarik keanggotaannya pada tahun 1965.
Soekarno, presiden Indonesia saat itu sangat berang dengan keputusan PBB mengakui kedaulatan Malaysia dan menjadikan Malaysia anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Lalu kemudian Soekarno mendirikanConefo (Konferensi Negara-Negara Kekuatan Baru) sebagai tandingan PBB.
Sebelum keluar dari PBB, Soekarno sempat menyampaikan pidato dengan berapi-api di Sidang Umum PBB yang isinya meminta agar badan dunia tersebut dipindahkan markas besarnya ke luar Amerika Serikat.
Bukan hanya pidatonya saja yang berhasil mendapat berkali-kali tepukan tangan, namun Soekarno juga sukses menyelenggarakan Ganefo (tandingan Olimpiade, versi Conefo) yang diikuti 2.250 atlet dari 48 negara di Asia, Afrika, Eropa dan Amerika Selatan, serta diliput sekitar 500 wartawan asing. Saat-saat itulah terakhir kali Indonesia memiliki pemimpin superpower dan menjadi salah satu negara yang paling disegani di seluruh dunia.
30. Memiliki banyak hewan unik di dunia Indonesia memiliki kekayaan fauna yang luar biasa.
Hewan purba yang masih hidup di Indonesia adalah komodo, kadal terbesar di dunia dengan berat 90kg dan panjang 3 meter.
Terdapat juga ikan terkecil di dunia sebesar nyamuk yang ditemukan di Sumatera. Di Sulawesi masih hidup primata terkecil di dunia yang mirip monyet yakni Tarsier Pygmy (Tarsius Pumilus) atau disebut juga Tarsier Gunung yang panjangnya hanya 10 cm. Di pulau yang sama ditemukan pula ular terpanjang di dunia sepanjang 10 meter yaitu Ular Sanca Kembang (Python Reticulates).
31. Suku bangsa dan bahasa daerah terbanyak di dunia Indonesia merupakan negara yang memiliki suku bangsa terbanyak di dunia.
Dengan lebih dari 740 suku bangsa/etnis, maka dari itu tidak heran bahwa Indonesia juga merupakan negara dengan bahasa daerah yang terbanyak, yakni 583 bahasa dan dialek.
Sadar bahwa bentrokan antar etnis sangat berpotensi terjadi, maka pendiri Republik ini menyepakati semboyan bangsa “Bhinneka Tunggal Ika” (yang artinya “Berbeda-beda tapi tetap satu juga”).
32. Dunia mistik dan ramalan Indonesia Indonesia termasuk negara yang kaya dengan dunia mistis alias gaib, termasuk soal ramal-meramal.
Salah satunya tercatat nama Prabu Jayabaya, yang memerintah Kerajaan Kediri sekitar tahun 400-an Masehi.
Dari sekian banyak ramalan Jayabaya, yang sangat tersohor adalah ramalan tentang siapa orang yang akan memimpin Indonesia (baca: Presiden Indonesia).
Pemimpin pertama yakni Soekarno, digambarkan sebagai orang yang :
- memakai kopiah warna hitam (kethu bengi)
- sudah tidak punya ayah (yatim)
- suaranya menggelegar
- berkharisma
- bergelar serba mulia (Pemimpin Besar Revolusi dan Panglima Tertinggi ABRI)
- kebal terhadap berbagai senjata (sering lolos dari percobaan pembunuhan)
- punya kelemahan mudah dirayu wanita cantik
- tidak berdaya terhadap anak-anak kecil yang mengelilingi rumah beliau (mundurnya Soekarno karena di demo para pelajar dan mahasiswa)
- sering mengumpat orang asing (anti imperialisme)
Pemimpin kedua yakni Soeharto, digambarkan sebagai orang yang :
- didukung oleh “Kartika Eka Paksi” (ini lambang yang digunakan ABRI)
- memakai topi baja hijau atau tutup kwali lumuten (militer)
- kaya raya
- menjadi pemimpin dunia (Soeharto menggagas membentuk ASEAN, dimana konon menurut sejarahnya, ASEAN merupakan kesatuan dari kerajaan Majapahit)
- digantikan oleh “Raja dari negeri seberang” (Soeharto digantikan oleh BJ. Habibie yang berasal dari Nusa Srenggi, Sulawesi)
Setelah era kedua pemimpin tersebut, Jayabaya meramalkan akan muncul pemimpin yang digambarkan sebagai Raja yang :
- bergelar Satriya Piningit
- sudah tidak punya ayah-ibu
- telah lulus Weda Jawa
- bersenjatakan Trisula
Karena ramalan-ramalan sebelumnya berupa kiasan, kita pun tidak mengerti siapa yang dimaksud dengan Satriya Piningit.
Ramalan Jayabaya yang tak kalah terkenalnya pula adalah 2 huruf akhir/sebagian kata nama pemimpin Indonesia yang dirangkum dalam sebuah kata NOTONOGORO.
Dan hal itu sudah pula terbukti dengan 3 periode masa pemerintahan presiden Indonesia, yaitu: SoekarNO, SoeharTO, Susilo Bambang YudhoyoNO.
Bagaimana dengan BJ Habibie, Megawati dan Abdurahman Wahid atau Gus Dur? Tiga Presiden itu tidak dihitung karena tidak memerintah selama satu masa pemerintahan penuh.
Konon katanya seorang presiden yang akan menjadikan Indonesia makmur dan sejahtera, dipandang dunia dan dihormati adalah seorang presiden dengan huruf akhir “GO”. Siapakah dia? JoGoWi?